Sejarah SPMA Tanjungsari Sumedang (SMK PPN TANJUNGSARI)

Sekolah Pertanian Menengah Atas (SPMA) Tanjungsari merupakan salah satu lembaga pendidikan pertanian yang memiliki sejarah panjang dan penting di wilayah Sumedang. Sebelum bertransformasi menjadi SMK PPN Tanjungsari seperti yang dikenal saat ini, SPMA Tanjungsari berperan besar dalam mencetak tenaga terampil di bidang pertanian dan menjadi pusat pendidikan vokasi pertanian di Jawa Barat.

Awal Berdirinya

SPMA Tanjungsari didirikan sebagai respon atas kebutuhan tenaga kerja terdidik di sektor pertanian, khususnya pada masa ketika pembangunan agraris menjadi fokus nasional. Pemerintah membuat jaringan sekolah-sekolah SPMA di berbagai daerah, dan Tanjungsari dipilih sebagai salah satu lokasi strategis karena karakter wilayahnya yang agraris serta dukungan masyarakat setempat.

Pada awal berdiri, SPMA Tanjungsari memprioritaskan pembelajaran yang mengombinasikan teori dan praktik. Para siswa dilatih untuk mampu mengelola lahan, beternak, memahami agronomi dasar, hingga mengaplikasikan teknologi pertanian sederhana yang relevan pada zamannya.

Perkembangan dan Masa Kejayaan

Seiring berjalannya waktu, SPMA Tanjungsari berkembang baik dari sisi fasilitas maupun kualitas pendidikan. Sekolah ini dilengkapi lahan praktik, kebun hortikultura, kandang ternak, laboratorium dasar pertanian, dan fasilitas belajar lainnya yang mendukung kegiatan vokasional siswa.

Pada masa keemasannya, SPMA Tanjungsari dikenal sebagai salah satu SPMA terbaik di Indonesia, bahkan menjadi rujukan bagi sekolah-sekolah pertanian lain. Banyak lulusannya diterima bekerja di instansi pemerintah seperti Departemen Pertanian, BPTP, penyuluhan pertanian, serta perusahaan-perusahaan agribisnis.

Transformasi Menjadi SMK PPN Tanjungsari

Pada periode reformasi pendidikan vokasi, pemerintah melakukan penyederhanaan dan penggabungan lembaga pendidikan pertanian. Seiring kebijakan tersebut, banyak SPMA di seluruh Indonesia diubah menjadi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dengan fokus lebih luas pada agribisnis dan agroteknologi.

Di Tanjungsari, SPMA kemudian bertransformasi menjadi Sekolah Menengah Kejuruan – Pusat Pendidikan Pertanian Nasional (SMK PPN) Tanjungsari. Meski berubah nama dan struktur kurikulum, ruh serta sejarah SPMA tetap menjadi fondasi kuat bagi perjalanan sekolah hingga saat ini.

Transformasi itu membawa sejumlah perkembangan, di antaranya:

  • Modernisasi kurikulum berbasis kompetensi industri

  • Penguatan teaching factory dan unit produksi

  • Kemitraan dengan industri, pemerintah daerah, serta perguruan tinggi pertanian

  • Pengembangan program keahlian yang lebih beragam dan relevan

Warisan dan Kontribusi SPMA

Hingga kini, alumni SPMA Tanjungsari tetap menjadi bagian penting dalam perjalanan sekolah. Banyak di antara mereka yang berkarier sebagai penyuluh pertanian, aparat pemerintah, akademisi, wirausahawan agribisnis, dan profesional lain di sektor pangan dan pertanian.

Warisan SPMA Tanjungsari adalah dedikasi pada pertanian, ketekunan dalam praktik lapangan, dan karakter kerja keras, nilai-nilai yang tetap diteruskan kepada generasi siswa di SMK PPN Tanjungsari.

Penutup

Sejarah SPMA Tanjungsari adalah kisah tentang pengabdian dalam pembangunan pertanian nasional. Meski telah bertransformasi bentuk dan nama, semangat dan kontribusinya tetap hidup melalui SMK PPN Tanjungsari—sekolah yang terus berkembang sebagai pusat pendidikan pertanian modern di Sumedang dan Jawa Barat.