Tanjungsari, 2024 — Pagi ini, SMK Pertanian Tanjungsari Sumedang melaksanakan kegiatan In House Training (IHT) Jabar Masagi dengan tema “Pendidikan Karakter Berbasis Kearifan Lokal: Niti Harti, Niti Surti, Niti Bakti, Niti Sajati.”
Kegiatan ini merupakan bagian dari program penguatan karakter siswa dan guru yang digagas oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Pendidikan. Program Jabar Masagi bertujuan menumbuhkan nilai-nilai luhur budaya Sunda dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
Makna Jabar Masagi
Konsep Jabar Masagi mengandung empat nilai utama:
-
Niti Harti — membangun kecerdasan intelektual dan kemampuan berpikir kritis.
-
Niti Surti — mengasah kepekaan rasa, empati, dan kesadaran diri.
-
Niti Bakti — menumbuhkan semangat pengabdian dan tanggung jawab terhadap sesama.
-
Niti Sajati — membentuk kepribadian yang utuh, jujur, dan berakhlak mulia.
Melalui nilai-nilai tersebut, pendidikan karakter diharapkan tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pada pembentukan watak dan moral siswa sesuai dengan kearifan lokal Jawa Barat.
Pelaksanaan Kegiatan
Dalam kegiatan IHT ini, para guru dan tenaga kependidikan mendapatkan pembekalan mengenai penerapan konsep Jabar Masagi dalam proses pembelajaran. Narasumber dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat menyampaikan pentingnya integrasi nilai-nilai budaya dalam setiap mata pelajaran, kegiatan ekstrakurikuler, dan interaksi sosial di sekolah.
Kepala SMK Pertanian Tanjungsari Sumedang dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat karakter peserta didik agar menjadi generasi yang cerdas, berbudaya, dan berakhlak mulia.
“Melalui Jabar Masagi, kami ingin membentuk lulusan yang tidak hanya unggul dalam keterampilan pertanian, tetapi juga memiliki karakter kuat yang berakar pada nilai-nilai kearifan lokal,” ujar beliau.
Kegiatan berlangsung dengan antusias, ditandai dengan diskusi interaktif, refleksi nilai, serta penyusunan rencana tindak lanjut penerapan Jabar Masagi di lingkungan sekolah.
Dengan terselenggaranya In House Training ini, diharapkan seluruh pendidik di SMK Pertanian Tanjungsari Sumedang dapat menjadi teladan dalam menanamkan nilai-nilai karakter berbasis budaya lokal kepada peserta didik, sejalan dengan visi pendidikan vokasi yang berdaya saing dan berkarakter.












